Maybe I just feel ashamed
Or i`m too brave?
Its like a line that didn`t have the end
Maybe I`m too shy
To say to you
Say something about feeling
That won`t ever be real
Maybe its just like a princess story, have a bad page in the middle of that book but always seem lovely in the last page
This is absurd
We are too shy to talk to each other
Past, I`m realized this called challenge
But then, I`m sure that it doesn`t have a start and end because we are too shy
Then, I knew
For so long I just make the wish just on my mind and I never show it, I never action on it
Poor me
Selasa, 27 Maret 2012
Bertahan
Ketika kau lengah menapaki jalan di depan mata, maka berusahalah sekali lagi
Hadapkan wajahmu ke depan dan tebuslah tirai tantangan
Melawan ego
Mengulur lagi harapan dan ambisi
Yakinlah, Tuhan bersamamu
Walaupun terkadang kesulitan terletak di tengah jalan
Ketika kau sudah berusaha merangkai pengharapan
Dan kau jatuh
Kau berpikir mundur
Kau merasa tak ingin melanjutkan mimpimu
Yakinlah, Tuhan bersamamu
Seketika itu firasatmu tidak langsung pulih
Kau butuh waktu untuk menyatukan niatmu lagi
Tak butuh waktu lama untuk orang sepertimu, yang tangguh dan tegar
Hanya afirmasi "bertahanlah..." yang akan memanggulmu kemudian
Mengumpulkan serpihan kekecewaan dan mengubahnya menjadi satu kekuatan
Maka bertahanlah, karena selalu ada pintu terbuka bagi orang sepertimu, yang yakin Tuhan ada disampingnya
Hadapkan wajahmu ke depan dan tebuslah tirai tantangan
Melawan ego
Mengulur lagi harapan dan ambisi
Yakinlah, Tuhan bersamamu
Walaupun terkadang kesulitan terletak di tengah jalan
Ketika kau sudah berusaha merangkai pengharapan
Dan kau jatuh
Kau berpikir mundur
Kau merasa tak ingin melanjutkan mimpimu
Yakinlah, Tuhan bersamamu
Seketika itu firasatmu tidak langsung pulih
Kau butuh waktu untuk menyatukan niatmu lagi
Tak butuh waktu lama untuk orang sepertimu, yang tangguh dan tegar
Hanya afirmasi "bertahanlah..." yang akan memanggulmu kemudian
Mengumpulkan serpihan kekecewaan dan mengubahnya menjadi satu kekuatan
Maka bertahanlah, karena selalu ada pintu terbuka bagi orang sepertimu, yang yakin Tuhan ada disampingnya
Senin, 19 Maret 2012
Mungkin Belum Saja
Tidak pantaskah mendapatkan apa yang dirasa paling pantas?
Tidak bisakah meraih apa yang dirasa bisa diraih?
Mengapa semudah itu menutup peluang?
Mengapa ada yang lain yang bisa menggantikan?
Mengapa ada pilihan?
Menjelma, berpura-pura, menutup harapan selalu tidak lebih baik dari mengungkapkan sebuah kejujuran.
Dan ini yang terjadi, sulit mengungkapkan.
Jalur yang terlanjur tertutup oleh kegelisahan.
Harapan yang sebenarnya di depan mata tapi terasa tidak nyata.
Kemungkinan yang sebenarnya nyata tapi tidak pernah terasa.
Hati yang sebenarnya bisa merasa tapi selalu beku oleh udara.
Dan pada akhirnya, semua hanya melintas saja, lalu hilang entah kemana.
Tidak bisakah meraih apa yang dirasa bisa diraih?
Mengapa semudah itu menutup peluang?
Mengapa ada yang lain yang bisa menggantikan?
Mengapa ada pilihan?
Menjelma, berpura-pura, menutup harapan selalu tidak lebih baik dari mengungkapkan sebuah kejujuran.
Dan ini yang terjadi, sulit mengungkapkan.
Jalur yang terlanjur tertutup oleh kegelisahan.
Harapan yang sebenarnya di depan mata tapi terasa tidak nyata.
Kemungkinan yang sebenarnya nyata tapi tidak pernah terasa.
Hati yang sebenarnya bisa merasa tapi selalu beku oleh udara.
Dan pada akhirnya, semua hanya melintas saja, lalu hilang entah kemana.
Bina Anggita-School For Autism #2
19 Maret 2012, sesuai janji saya datang lagi ke sekolah autisme "Bina Anggita". Saya datang bersama ibu saya jam 7.30 saat anak-anak sedang acara "Pagi Ceria Pagi Menyapa" dimana semua anak harus saling menyapa teman, guru, dan orang yang sedang berkunjung kesana.
Mereka sangat ditekankan pada pembiasaan sopan santun.
Nah, ini nih yang menarik.
Jadi ketika saya datang ke Bina Anggita, ada 3 orang mahasiswa psokologi UGM yang datang. Dua laki-laki, satu perempuan. Laki-laki yang difoto ini saya kira orang papua lho, ternyata dari AFRIKA! Yaah, warna kulit dan struktur tubuhnya hampir sama. Namanya Mokete siapaa gitu, susah namanya hehe. Tapi dia bisa dipanggil Ben biar gampang :D
Mereka sangat ditekankan pada pembiasaan sopan santun.
Menyapa ibu guru
Mencium tangannya
Melepas sepatu sendiri
Meletakkan sepatu pada tempatnya
Mereka sedang senam bersama
Nah, ini nih yang menarik.
Jadi ketika saya datang ke Bina Anggita, ada 3 orang mahasiswa psokologi UGM yang datang. Dua laki-laki, satu perempuan. Laki-laki yang difoto ini saya kira orang papua lho, ternyata dari AFRIKA! Yaah, warna kulit dan struktur tubuhnya hampir sama. Namanya Mokete siapaa gitu, susah namanya hehe. Tapi dia bisa dipanggil Ben biar gampang :D
saya-ben-ibu tatik
Informasi:
- Anak autis mendapat pengajaran pendidikan karakter dengan cara pembiasaan dari guru.
- Kualitas guru sebagai penentu kualitas karakter anak.
- Guru mengajar anak autis dengan penuh kesabaran.
- Di Bina Anggita terdapat 33 anak autis dengan 17 jumlah pengajar.
- Usia mereka rata-rata 3-19 tahun.
- Metode belajar dengan one on one (satu guru satu anak).
- Anak autis bisa berpretasi! Anak-anak di Bina Anggita sering menjuarai lomba di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.
--Autism session end--
My Milktoof-Ickle and Lardee
Its so nice, cute, awawa isn`t it?








Ickle and Lardee call "milktoof" they are soooooo cuteeeeee! U can enjoy their story only at milktoof.blogspot.com :D
Jumat, 16 Maret 2012
Bina Anggita-School For Autism #1
Jumat, 16 Maret 2012 10.00 WIB
Saya dan ibu saya berkunjung ke Bina Anggita, sekolah luar biasa khusus anak autis. Subhanallah, disana ada 33 anak penyandang autis yang hebat-hebat. Kebetulan, karena hari Jumat hari yang pendek dan mereka pulang jam 11.00 siang dan saya datang pukul 10.00 maka dari itu anak-anak yang terfoto hanya sedikit-banyak yang sudah pulang. Jujur, saya tidak sempat berbicara lama dengan mereka, hanya berjabat tangan dan senyum. Saking saya kaget karena anak nya ramah, dan seperti anak-anak lainnya. Hanya, komunikasi mereka kurang lancar.
*saya sebagai juru foto, dan modelnya adalah ibu (batik pink) hihihi XD. InsyaAllah Senin, 19 Maret 2012 nanti, saya akan berkunjung ke sana lagi :)
Saya dan ibu saya berkunjung ke Bina Anggita, sekolah luar biasa khusus anak autis. Subhanallah, disana ada 33 anak penyandang autis yang hebat-hebat. Kebetulan, karena hari Jumat hari yang pendek dan mereka pulang jam 11.00 siang dan saya datang pukul 10.00 maka dari itu anak-anak yang terfoto hanya sedikit-banyak yang sudah pulang. Jujur, saya tidak sempat berbicara lama dengan mereka, hanya berjabat tangan dan senyum. Saking saya kaget karena anak nya ramah, dan seperti anak-anak lainnya. Hanya, komunikasi mereka kurang lancar.
Ruang karawitan
| Dua dari banyaknya karya lukis yang dihasilkan anak autis di sekolah ini |
| Mereka juga belajar membatik lo, unik ya warnanya :D |
| Beberapa piala dari berbagai prestasi yang mereka hasilkan. Ada yang tingkat kabupaten, provinsi, sampai nasional. |
| Ibu Sri Hartati sebagai Kepsek Bina Anggita (kiri) |
Langganan:
Postingan (Atom)
