Selasa, 27 Maret 2012

Too Shy

Maybe I just feel ashamed


Or i`m too brave?


Its like a line that didn`t have the end


Maybe I`m too shy


To say to you


Say something about feeling


That won`t ever be real


Maybe its just like a princess story, have a bad page in the middle of that book but always seem lovely in the last page


This is absurd


We are too shy to talk to each other


Past, I`m realized  this called challenge


But then, I`m sure that it doesn`t have a start and end because we are too shy


Then, I knew


 For so long I just make the wish just on my mind and I never show it, I never action on it


Poor me

Bertahan

Ketika kau lengah menapaki jalan di depan mata, maka berusahalah sekali lagi
Hadapkan wajahmu ke depan dan tebuslah tirai tantangan
Melawan ego
Mengulur lagi harapan dan ambisi
Yakinlah, Tuhan bersamamu

Walaupun terkadang kesulitan terletak di tengah jalan
Ketika kau sudah berusaha merangkai pengharapan
Dan kau jatuh
Kau berpikir mundur
Kau merasa tak ingin melanjutkan mimpimu
Yakinlah, Tuhan bersamamu

Seketika itu firasatmu tidak langsung pulih
Kau butuh waktu untuk menyatukan niatmu lagi
Tak butuh waktu lama untuk orang sepertimu, yang tangguh dan tegar

Hanya afirmasi "bertahanlah..." yang akan memanggulmu kemudian
Mengumpulkan serpihan kekecewaan dan mengubahnya menjadi satu kekuatan
Maka bertahanlah, karena selalu ada pintu terbuka bagi orang sepertimu, yang yakin Tuhan ada disampingnya

Senin, 19 Maret 2012

Mungkin Belum Saja

Tidak pantaskah mendapatkan apa yang dirasa paling pantas?
Tidak bisakah meraih apa yang dirasa bisa diraih?
Mengapa semudah itu menutup peluang?
Mengapa ada yang lain yang bisa menggantikan?
Mengapa ada pilihan?


Menjelma, berpura-pura, menutup harapan selalu tidak lebih baik dari mengungkapkan sebuah kejujuran.
Dan ini yang terjadi, sulit mengungkapkan.


Jalur yang terlanjur tertutup oleh kegelisahan.
Harapan yang sebenarnya di depan mata tapi terasa tidak nyata.
Kemungkinan yang sebenarnya nyata tapi tidak pernah terasa.
Hati yang sebenarnya bisa merasa tapi selalu beku oleh udara.
Dan pada akhirnya, semua hanya melintas saja, lalu hilang entah kemana.

Bina Anggita-School For Autism #2

19 Maret 2012, sesuai janji saya datang lagi ke sekolah autisme "Bina Anggita". Saya datang bersama ibu saya jam 7.30 saat anak-anak sedang acara "Pagi Ceria Pagi Menyapa" dimana semua anak harus saling menyapa teman, guru, dan orang yang sedang berkunjung kesana.
Mereka sangat ditekankan pada pembiasaan sopan santun.

Menyapa ibu guru

Mencium tangannya

Melepas sepatu sendiri

Meletakkan sepatu pada tempatnya

Mereka sedang senam bersama










Nah, ini nih yang menarik.
Jadi ketika saya datang ke Bina Anggita, ada 3 orang mahasiswa psokologi UGM yang datang. Dua laki-laki, satu perempuan. Laki-laki yang difoto ini saya kira orang papua lho, ternyata dari AFRIKA! Yaah, warna kulit dan struktur tubuhnya hampir sama. Namanya Mokete siapaa gitu, susah namanya hehe. Tapi dia bisa dipanggil Ben biar gampang :D
saya-ben-ibu tatik
Informasi: 
  • Anak autis mendapat pengajaran pendidikan karakter dengan cara pembiasaan dari guru.
  • Kualitas guru sebagai penentu kualitas karakter anak.
  • Guru mengajar anak autis dengan penuh kesabaran.
  • Di Bina Anggita terdapat 33 anak autis dengan 17 jumlah pengajar.
  • Usia mereka rata-rata 3-19 tahun.
  • Metode belajar dengan one on one (satu guru satu anak).
  • Anak autis bisa berpretasi! Anak-anak di Bina Anggita sering menjuarai lomba di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. 


--Autism session end--

My Milktoof-Ickle and Lardee

Its so nice, cute, awawa isn`t it?
New Couch - Part III

New Couch - Part II

MMT_Sick Lardee45b

Aaahhh, today is a good day...

I demand something softer!

"Easy Lardee, you won't drown."

"We be bubble monsters! Rawrrr!"

Okay guys, try to stay clean from now on.  "Don't wanna."

Ickle and Lardee call "milktoof" they are soooooo cuteeeeee! U can enjoy their story only at milktoof.blogspot.com :D



Jumat, 16 Maret 2012

Bina Anggita-School For Autism #1

Jumat, 16 Maret 2012 10.00 WIB
Saya dan ibu saya berkunjung ke Bina Anggita, sekolah luar biasa khusus anak autis. Subhanallah, disana ada 33 anak penyandang autis yang hebat-hebat. Kebetulan, karena hari Jumat hari yang pendek dan mereka pulang jam 11.00 siang dan saya datang pukul 10.00 maka dari itu anak-anak yang terfoto hanya sedikit-banyak yang sudah pulang. Jujur, saya tidak sempat berbicara lama dengan mereka, hanya berjabat tangan dan senyum. Saking saya kaget karena anak nya ramah, dan seperti anak-anak lainnya. Hanya, komunikasi mereka kurang lancar.

















Ruang karawitan


Dua dari banyaknya karya lukis yang dihasilkan anak autis di sekolah ini

Mereka juga belajar membatik lo, unik ya warnanya :D





Beberapa piala dari berbagai prestasi yang mereka hasilkan. Ada yang tingkat kabupaten, provinsi, sampai nasional.

Ibu Sri Hartati sebagai Kepsek Bina Anggita (kiri)
*saya sebagai juru foto, dan modelnya adalah ibu (batik pink) hihihi XD. InsyaAllah Senin, 19 Maret 2012 nanti, saya akan berkunjung ke sana lagi :)

Clicked by D3100




Kids








Model: Baby Sania, Shifa, Nana, Daffra, Affra (My pretty nephew)